Skip to main content

Contoh tulisan advertorial tentang sebuah produk sandal jepit


Saya membuat tulisan advertorial ini untuk tes lamaran kerja Content Writer di sebuah perusahaan. Melalui tulisan sebanyak 1000 kata dan yang harus diselesaikan dalam 2x24 jam ini, saya lanjut ke tahap interview. Dengan produk yang sudah ditentukan, saya memilih untuk membuat tulisan advertorial dalam bentuk cerpen seperti berikut.
“Sendals”
Nyaman di kaki, nyaman di hati
Tak seperti kebanyakan gadis yang selalu ingin tampil modis, Sandra lebih memilih menjadi diri sendiri. Dia hanyalah seorang gadis sederhana yang tak peduli pada merk-merk fashion ternama. Dia tidak tahu tentang hal-hal yang sedang tren di kalangan wanita seusianya. Di saat gadis-gadis lain gemar mengoleksi berbagai fashion item dari berbagai merk, Sandra merasa cukup dengan apa yang dia miliki. Pakaian yang ia kenakan hanyalah pakaian sederhana yang dibeli di toko pakaian dekat rumah. Kemanapun dia melangkah, Sandra lebih suka mengenakan sandal jepit. Baginya, sandal jepit memberinya kenyamanan yang tidak dia dapatkan dari sandal dan sepatu dari merk-merk ternama dengan harga fantastis.
Pada dasarnya, selalu ingin terlihat cantik dan modis adalah hal yang wajar bagi wanita. Mereka ingin membuat pria idaman jatuh hati pada mereka. Hal ini pun terjadi pada Sandra. Dia bertemu dengan seorang pria bernama Niko yang telah membuatnya jatuh cinta. Niko merupakan seorang pengusaha muda yang sukses. Dia memiliki gaya rambut pria British seperti Hugh Grant dan selera berpakaiannya sangat stylish seperti Harry Styles. Tatapan matanya mampu membuat jantung Sandra berdegup tak beraturan. Sikapnya yang manis mampu melelehkan hati. Keinginan untuk bersama Niko telah mengisi relung hati dan pikiran Sandra. Namun demikian, Sandra menyadari bahwa dia bukanlah orang yang pantas untuk Niko. Apakah mungkin seorang gadis biasa yang tak pandai berdandan dan tidak paham dengan fashionseperti dirinya dapat bersanding dengan pria tampan dan berkelas seperti Niko?
Sandra pertama kali bertemu Niko di minimarket di ujung jalan dekat rumah Sandra. Saat itu Sandra sedang membeli sandal jepit baru karena sandal jepitnya yang lama telah dijadikan ganjal pintu oleh ayah Sandra. Di saat yang sama, Niko secara kebetulan melintasi minimarket dan hendak membeli minuman. Sandra yang telah mengambil sandal jepit “Sendals” dari raknya dan hendak membawanya menuju kasir tak sengaja menabrak Niko yang hendak menuju lemari pendingin. Sandal jepit di tangan Sandra pun jatuh tak terselamatkan. Niko mengulurkan tangannya untuk mengambil sandal jepit yang ternyata diraih lebih dulu oleh Sandra. Sandra ingin segera menyingkirkan benda itu dari hadapan orang yang tak sengaja dia tabrak. Setelah berhasil mengambil sandal jepit itu, Sandra mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang ada di hadapannya. Dari awal melihat wajah Niko, Sandra langsung jatuh hati. Niko tersenyum melihat Sandra yang terdiam di hadapannya dengan meggenggam sebungkus sandal jepit. Mereka pun berkenalan. Melihat dari penampilan Sandra, Niko mengetahui bahwa Sandra tinggal di sekitar tempat mereka bertemu. Niko menjelaskan bahwa dia sedang mencari lokasi baru untuk gerai cabang baru untuk distro miliknya. Niko pun bertanya pada Sandra apakah dia mengetahui ada rumah yang sedang dijual di daerah tersebut. Kebetulan, paman Sandra memiliki sebuah rumah kontrakan yang hendak dijual. Sandra merasa sangat tidak keberatan untuk mengantarkan Niko bertemu dengan pamannya. Mereka menjadi sering bertatap muka sejak karena rumah Sandra dan distro Niko berdekatan. Meski Niko adalah pemilik dari distro yang telah sukses dan memiliki beberapa gerai, dia sering turun tangan langsung dalam melayani pengunjung.
Kekaguman Sandra terhadap Niko mendorong Sandra untuk menjadi karyawan di distro itu. Namun demikian, usaha Sandra untuk memikat hati Niko menjadi tidak mudah karena manajer distro yang bernama Fladea juga nampaknya menaruh hati pada sang pemilik distro. Sandra tidak ada apa-apanya dibandingkan Fladea yang cantik, modis dan tampak lebih serasi untuk bersanding dengan Niko. Sandra merasa bahwa bersaing dengan Fladea bukanlah hal yang gampang.
Tak ingin mengalah pada keadaan, Sandra memutuskan untuk merubah penampilannya menjadi lebih fashionable. Membaca tips-tips fashion dari majalah dan internet dia lakukan untuk menambah wawasan mengenai dunia fashion seperti style apa yang sedang tren dan bagaimana memadukan fashion item agar terlihat semakin memukau. Dia mulai membeli produk-produk fashion secara online. Beberapa jenis sepatu mulai dari flatshoes, stiletto, wedge heels, lace shoes, loafers dan boots telah mengisi koleksinya. Kegemarannya mengoleksi alas kaki membuatnya semakin jarang mengenakan sandal jepit. Sandal jepit yang biasanya dia kenakan untuk ke warung atau ke pasar telah tergantikan oleh sepatu karet anti air yang sedang tren. Untuk ke kamar mandi pun, sandal jepit telah dia ganti dengan bathroom slippers, seperti sandal hotel.
Ketika ada kesempatan untuk bertemu dengan Niko sang pria idaman, Sandra memberanikan diri untuk bergaya modis seperti gadis-gadis di malajah dan televisi. Dia mengenakan makeup ala korea, pakaian ala selebgram dan sepatu nge-hits. Dengan penampilan barunya, Sandra berharap Niko akan terpikat padanya. Namun, yang terjadi adalah Niko tampak bersikap biasa saja. Dia tetap baik dan manis seperti biasanya. Hal itu meyakinkan Sandra bahwa Niko tidak memiliki perasaan yang sama sepertinya. Wanita sepertinya bukanlah tipe idaman Niko. Lebih baik dia buang jauh-jauh angan untuk bisa bersama Niko. Tak perlu lagi berusaha mengubah penampilan jika hanya berujung sia-sia. Kini Sandra tak lagi terobsesi dengan fashion kekinian. Sandra lebih nyaman menjadi dirinya yang tidak terpengaruh oleh keharusan untuk mengikuti tren. Dia yakin bahwa dia akan menemukan seseorang yang mencintai dan menerimanya apa adanya. Kini, sandal jepit yang pernah dia tinggalkan telah kembali menemani hari-harinya.
Suatu hari, Sandra sedang berjalan menuju distro Niko dan melihat Niko yang baru saja turun dari mobilnya. Tanpa Niko sadari, sebuah mobil melaju kencang dari arah belakang. Melihat Niko yang melangkah di jalan yang akan dialui mobil tersebut, Sandra menjadi sangat panik. Dengan mengenakan sandal jepitnya, Sandra melesat ke arah Niko dan menarik lengannya untuk menghindari mobil yang hampir menghantam. Sandal jepit Sandra telah membantu Sandra untuk menyelamatkan hidup Niko. Tanpa Sandra sadari, sebenarnya Niko diam-diam mengumi Sandra karena kesederhanaan dan keberaniannya yang jarang ditemukan pada wanita-wanita masa kini. Ketika Sandra mengubah penampilannya menjadi lebih modis, Niko tidak mempedulikannya karena yang dia lihat dari Sandra bukanlah penampilan tetapi kepribadiannya.
Beberapa bulan sejak hari penyelamatan Niko, Niko melamar Sandra. Sandra adalah wanita yang selama ini Niko cari. Wanita yang tak ragu untuk menjadi dirinya sendiri. Tak ada yang menyangka bahwa sandal jepit “Sendals” menjadi awal pertemuan mereka. Sendal jepit “Sendals” yang dapat dibeli di toko-toko dan minimarket terdekat dengan harga Rp 15.000 telah menyatukan cinta dua anak manusia. Kualitas bahan sandal jepit “Sendals” memberikan kenyamanan yang memudahkan langkah Sandra untuk menyelamatkan Niko. Kesederhanaan Sandra terpancar dari kegemarannya mengenakan sandal jepit “Sendals” yang bergaya polos nan elegan. Warna-warnanya yang lembut memberikan kesan manis. Anda yang sedang membaca kisah ini juga dapat meraih cita dan cinta yang anda dambakan. Pastikan sandal jepit “Sendals” mengiringi langkah anda. Sandal jepit “Sendals” nyaman di kaki, nyaman di hati.

Comments